Monday, November 17, 2008

Soal Ambalat Indonesia Harus Tegas

Oleh : Hasannudin

Blok Ambalat masih menjadi gesekan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. TNI Angkatan Laut (AL) pun mendesak Departemen Luar Negeri (Deplu) untuk segera menyelesaikannya. Menurut KSAL Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, mengatakan jika dibiarkan berlarut-larut, Malaysia akan terus menganggap blok Ambalat sebagai wilayahnya. Hingga kini, TNI AL masih menyiagakan 6 kapal perang di blok Ambalat. Mereka bertugas melakukan patroli bergiliran untuk menjaga batas negara yang ditetapkan pemerintah Indonesia. TNI Angkatan Laut telah memberikan nota protes diplomatik yang disalurkan melalui Departemen Luar Negeri.

Dalam kasus sengketa Ambalat antara Indonesia dengan Malysia, memang diperlukan dialog atau perundingan dua negara yang bersengketa. Namun bila dialog benar-benar dilaksanakan, maka hal itu harus dalam pengertian bahwa Ambalat adalah bagian wilayah NKRI yang mesti kita dipertahankan sampai titik darah penghabisan. Di meja diplomasi, kita pertegas bahwa wilayah itu milik kita. Bukan milik mereka seperti yang telah diklaim selama ini.

Manuver kapal-kapal patroli Angkata Laut Malaysia di sekitar Ambalat, telah melanggar kedaulatan Republik Indonesia. Meski apa pun alasannya, Malaysia tidak memiliki hak sama sekali dalam memberikan konsesi apa pun kepada siapa pun di wilayah tersebut. Karena wilayah itu adalah bukan milik mereka.

Bersikap tegas terhadap Malaysia dalam persoalan sengketa Ambalat merupakan pilihan relevan yang harus direalisasikan sampai kapan pun. Kita tentunya tidak rela bila kejadian menyedihkan itu terulang kembali pada kasus sengketa Pulau Ambalat ini. Segala sesuatu, termasuk Pulau Ambalat, yang menjadi milik kita bersama sebagai sebuah bangsa Indonesia harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan.

Sikap tegas kita adalah sebuah keniscayaan yang tidak boleh ditawar-tawar lagi. Sikap tegas ini tidak hanya diperlukan dalam persoalan sengketa Pulau Ambalat saja. Di pulau-pulau terpencil di wilayah perbatasan pun perlu diprioritaskan digelar kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pilihan ini semata-mata untuk menjaga kedaulatan kita sebagai sebuah bangsa yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945 silam.(sumber)

No comments:

Photobucket
Defence (10) Ideologi (6) Keamanan (5) Konflik (1) Pertahanan (16) TNI (10) TNI AD (4) TNI AL (3)
Defender Magazine