Monday, November 17, 2008

Cegah Terorisme, Perkuat Ideologi Pancasila

Oleh : Ricard Radja, Anggota Jaringan Epistoholik Indonesia

Memerangi sebuah ideologi, tentu bukan persoalan mudah. Kendati Amrozi dkk sudah dieksekusi, dr. Azhari sudah tewas namun tidak ada yang bisa menjamin bahwa aksi teror di tanah air yang dilakukan atas dasar perjuangan untuk memenangkan sebuah ideologi, akan berhenti. Karena Indonesia tercinta yang multi etnis dan multi agama ini sangat potensial dijadikan “ladang” pertarungan barbagai ideologi dunia.


Sebagaimana sering diulas di banyak media massa nasional, riwayat terjadinya berbagai aksi terorisme di tanah air tidak terlepas dari persoalan ideologi. Artinya, Aksi terorisme dilakukan sebagai manifestasi dari perjuangan ideologi tertentu. Ketika terjadi kudeta berdarah tahun 1965, para pelaku kudeta adalah kelompok elit politik yang tengah memperjuangkan agar ideologi komunis bisa menggantikan ideologi Pancasila. Ketika Jakarta, Bali, dan daerah lainnya dilanda aksi teror bom, pelakunya adalah sekelompok orang yang berani mati demi sebuah ideologi radikal yang kebenarannya masih menjadi perdebatan umat di seantero jagat.

Paul Wolfowitz, pada tahun 2002 ketika menjadi Sekretaris Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), pernah mengatakan “Saat ini, kita sedang bertempur melawan teror-perang yang akan kita menangkan. Perang yang lebih besar yang kita hadapi adalah perang pemikiran. Jelas suatu tantangan, tapi juga harus kita menangkan.”
Senada dengan itu, Menlu AS, Condoleezza Rice, mengatakan “Kemenangan sebenarnya tidak akan muncul hanya karena teroris dikalahkan dengan kekerasan, tetapi karena ideologi kematian dan kebencian dikalahkan.”

Memerangi sebuah ideologi, tentu bukan persoalan mudah. Kendati Amrozi dkk sudah dieksekusi, dr. Azhari sudah tewas namun tidak ada yang bisa menjamin bahwa aksi teror di tanah air yang dilakukan atas dasar perjuangan untuk memenangkan sebuah ideologi, akan berhenti. Karena Indonesia tercinta yang multi etnis dan multi agama ini sangat potensial dijadikan “ladang” pertarungan barbagai ideologi dunia.

Padahal kita sudah punya ideologi sendiri, yaitu Pancasila. Kita perlu memperkuat ideologi Pancasila, karena Pancasila adalah identitas bangsa Indonesia. Sebagai bangsa, kita sering kali goyah lantaran masih ada sebagian dari anak bangsa ini yang mencoba memaksakan kehendaknya, mengenakan kepada kita identitas bangsa ain. Kita kurang tegas bersikap terhadap kehadiran ideologi lain. Kita malah memberi tempat dan kesempatan.

Tanpa harus membatasi kebebasan saudara-saudara kita untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing, kita harus tegas menolak segala faham radikal yang masuk ke negeri ini. Faham-faham itu sering kali mendompleng pada ajaran agama tertentu. Karena itu kita harus terus waspada!

No comments:

Photobucket
Defence (10) Ideologi (6) Keamanan (5) Konflik (1) Pertahanan (16) TNI (10) TNI AD (4) TNI AL (3)
Defender Magazine